|
Mansur Ahmad: Kini saatnya menyerang
Grup Humpuss mengadakan Humpuss Employee Gathering (HEG) melibatkan sekitar 350 karyawan. HEG ditujukan untuk menggalang rasa kebersamaan (esprit de corps) diantara para karyawan Grup Humpuss,
Grup Humpuss, Jumat (2/7/2010) lalu, mengadakan Humpuss Employee Gathering (HEG) yang melibatkan sekitar 350 karyawan. Memanfaatkan momentum Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang tengah berlangsung, HEG yang ditujukan untuk menggalang rasa kebersamaan (esprit de corps) diantara para karyawan Grup Humpuss, menyisipkan acara nobar (nonton bareng) pertandingan perempat final antara Brazil vs Belanda dan Uruguay vs Ghana.
Dimulai pada pukul 19.00 hingga pagi dinihari, bertempat di Indochine FX Plaza, Jakarta, HEG dilaksanakan dalam suasana santai. Terlihat para karyawan mengenakan jersey atau kostum kesebelasan favoritnya masing-masing.
Lisda Y. Satria dari Humpuss Intermoda Transportasi (HIT) yang menjadi koordinator HEG kali ini nampaknya berhasil melakukan berbagai persiapan yang diperlukan untuk memunculkan antusiasme para karyawan yang hadir.
“Lebih dari 5 tahun terakhir tidak pernah ada kegiatan gathering di level grup seperti ini, wajar kalau diperlukan sentuhan khusus untuk memunculkan animo dan antusiasme, serta memberikan apresiasi yang tepat kepada karyawan kita sebagai aset perusahaan yang penting,” demikian Lisda yang adalah juga HR Manager di HIT.
“Sentuhan khusus itu bisa dirasakan selain dari atmosfir di Indochine, juga pada pelaksanaan acara yang mengabungkan unsur management message, entertainment, games, lucky draw, termasuk unsur nobarnya itu,” lanjutnya.
“Selain kehadiran sekitar 350 karyawan, signifikansi HEG juga nampak dari kehadiran Komisaris (Ari Haryo Wibowo-- red), para direksi di lingkungan Grup Humpuss serta dukungan dana dari berbagai unit usaha. Jadi, HEG ini merupakan upaya gotong-royong Grup Humpuss, bukan hanya inisiatif satu atau dua pihak saja,” tukas Lisda.
From defensive to attacking
Sementara itu Direktur Utama Grup Humpuss, Mansur Ahmad memaknai kebersamaan keluarga besar Grup Humpuss dalam arti kontekstual.
Dengan menggunakan analogi falsafah sepakbola, dijelaskan oleh Mansur dalam opening remark-nya bahwa Grup Humpuss juga telah memainkan strategi dan taktik bagaikan sepakbola, mulai dari bertahan hingga menyerang.
Mansur memaparkan bahwa kesebelasan Italia dikenal dengan strategi pertahanan yang dinamakan catenaccio. Dalam bahasa Italia catenaccio artinya “gerendel”. Dalam catenaccio barisan pemain memang diorganisasikan sedemikian rupa untuk saling mengunci sehingga sulit sekali ditembus oleh lawan. Gaya ini cenderung bertahan dan megandalkan serangan balik.
“Nah, di masa krisis akhir tahun 1990-an, strategi semacam inilah yang kita mainkan. Saya adalah saksi sejarah bagaimana Grup Humpuss saat itu benar-benar menghadapi tantangan, bahkan ancaman, dari berbagai penjuru. Dan bagaikan catenaccio, kita semua bahu-membahu bertahan, membentuk grendel, sehingga sulit ditembus,” kenang Mansur.
“Alhamdulillah, Humpuss bisa bertahan dan melewati semua tantangan dan ancaman itu,” katanya disambut tepuk tangan para karyawan..
“Oleh karena itu, kini saatnya kita menyerang,” tegas Mansur. “Kita bisa mencari inspirasi pada gaya tim Belanda yang terkenal dengan sepakbola menyerang yang disebut total football.”
Mansur kemudian menjelaskan bahwa didalam total football seolah-olah spesialisasi ditiadakan dan oleh karena itu para pemain bergerak bagaikan tanpa batas. Total football menuntut adanya skill yang baik, adanya understanding diantara para pemain sehingga tercipta harmoni didalam kerjasama tim itu sendiri.
“Jadi falsafahnya adalah sekalipun masing-masing sesungguhnya memiliki spesialisasinya, ada back, ada midfield, ada attacker, semua pemain harus bisa menjadi penyerang dan sekaligus bagus dalam bertahan,” tekan Mansur.
“Dan yang terpenting tentu saja kita harus menciptakan goal. Dan goal itu adalah tercapainya RKAP kita.”
“Jadi makna kebersamaan kita diukur dari pencapaian hasil-hasil yang telah kita rencanakan. Progres menjadi ukurannya. Sedangkan teamwork menjadi sarana untuk mencapainya, dimana harmony adalah syarat mutlak dalam kerjasama tim tersebut,” tegas Dirut Grup Humpuss ini.

For more pictures, please visit: http://www.facebook.com/humpuss
|