Beranda | Hubungi Kami | Login | Peta Situs

change default languange to english
Minggu, 05 September 2010

humpuss ramadan.jpg

Kategori
Informasi dalam Kategori ini:
Komisaris Utama bertemu Kepala Staf Angkatan Darat
Pada hari Sabtu (20/2) Komisaris Utama Grup Humpuss melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta di kediaman dinas, kompleks Perwira Tinggi TNI AD, Kuningan, Jakarta....
 Selengkapnya
HKSN tanpa SBY, tetap meriah
Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2009 tingkat nasional yang dipusatkan di GOR Kubu Gadang Kota Payakumbuh, berlangsung sangat meriah. Gerimis membasahi bumi Kota Batiah, sejak subuh hari tidak mengurangi kemeriahan iven......
 Selengkapnya
Dukung Depsos peringati Hari Pahlawan
Kehadiran Humpuss adalah untuk kepentingan bangsa Indonesia. Dengan sendirinya upaya pelestarian nilai-nilai kebangsaan pun menjadi salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan. Hal inilah yang melatarbelakangi keterlibatan aktif Humpuss dalam......
 Selengkapnya
Grup Humpuss peduli korban gempa bumi
Untuk tujuan ini, perusahaan mempersiapkan dua jenis program, yaitu bantuan tanggap darurat dan bantuan rekonstruksi. Bantuan tanggap darurat ditujukan bagi para korban gempa bumi di Padang, sedangkan bantuan rekonstruksi ditujukan bagi pembangunan......
 Selengkapnya
Humpuss sumbang patung Supriyadi
Dalam rangka memperingati HUT ke-25 Grup Humpuss tahun ini, salah satu aktivitas sosial yang penting adalah dukungan bagi upaya renovasi museum tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor....
 Selengkapnya
BERITA FOTO: Hewan kurban Humpuss
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka merayakan Idul Adha 1429H tahun ini, maka pada tanggal 8 Desember 2008 lalu Humpuss kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan menyalurkannya kepada masyarakat di tiga......
 Selengkapnya
Mensos resmikan monumen PETA di Blitar
Humpuss menjadi donatur utama rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan Nasional 2008 oleh Departemen Sosial yang puncaknya berakhir di Blitar, Sabtu lalu (29/11)....
 Selengkapnya
Humpuss bantu pengembangan Embung Kemiri di Sleman
Kawasan ini telah menjadi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) para mahasiswa Fakultas Teknik UGM sejak 3 tahun terakhir. Humpuss sebagai salah satu donatur dalam kegiatan KKN para mahasiswa untuk tahun 2008 diundang untuk hadir....
 Selengkapnya
Pengabdian masyarakat: Mahasiswa UGM bikin listrik mikrohidro
Pembuatan pembangkit listrik mikrohidro itu dilaksanakan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata. Mereka dibantu Humpuss yang menyediakan dana pemberdayaan masyarakat melalui perguruan tinggi....
 Selengkapnya
Peresmian fasilitas pesantren Salafiyah Kholidiyah di Tuban
Khaul ke-25 wafatnya KH Abdul Fatah Al-Manshur, pendiri pesantren Salafiyah Kholidiyah di Tuban, Jawa Timur diperingati secara khusus hari Sabtu lalu (12/7). Bertepatan dengan itu, dilakukan peresmian fasilitas ruang kelas komputer dan mushalla......
 Selengkapnya
Bakti sosial donor darah
Salah satu kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun PT. Humpuss ke-24 tahun, pada tanggal 17 April kemarin diadakan bakti sosial donor darah....
 Selengkapnya
Dua unit ambulans untuk RS Harapan Kita
Penyerahan kendaraan yang sangat ditunggu dan dibutuhkan rumah sakit tersebut, tampak dilakukan secara sederhana di Ruang Rapat Direksi Gedung Utama Lantai-4....
 Selengkapnya
Peduli korban banjir
Humpuss mengadakan program sosial "Peduli Banjir" dengan menyalurkan bantuan langsung ke posko-posko banjir di area-area yang terkena dampak banjir paling buruk....
 Selengkapnya
 
Tanggung Jawab Sosial

Jenderal Besar dari Kemusuk

Buku setebal 176 halaman yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat itu diluncurkan di Monumen Jogja Kembali (Monjali), pada Senin 1 Maret 2010 lalu, terbingkai dalam seminar sejarah memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949.

 

Selasa, 2 Maret 2010 | 13:11 WIB

biografi hms 00.jpgSosok Soeharto dan kiprahnya selalu menarik ditulis. Setidaknya 33 buku biografi tentang Soeharto sudah beredar di pasaran. Lantas apa yang ditawarkan "Soeharto Jenderal Besar dari Kemusuk", buku yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat?

 

Senin (1/3), buku setebal 176 halaman itu diluncurkan di Monumen Jogja Kembali (Monjali), terbingkai pada seminar sejarah memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949. Putra almarhum Soeharto, yakni Tommy Soeharto, mewakili pihak keluarga menerima buku itu.

 

Buku berlatar warna hijau itu bergambar Soeharto tua dengan pakaian militer. Ada enam bab tersaji. Bab pertama berisi garis besar riwayat hidup Soeharto. Bab kedua dan ketiga berkisah masa kecil hingga remaja, dan awal karier Soeharto. Tiga bab selanjutnya bercerita mengenai kariernya di jajaran TNI, mengemban amanah Orde Baru, dan kehidupan pribadinya.

 

Walaupun peluncuran buku dilakukan tepat saat peringatan Serangan Umum, buku hanya mengupas sedikit peran Soeharto. Juga kaitannya dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang misterius itu. Mengenai Serangan Umum, dipaparkan secara garis besar bahwa Soeharto-- yang saat itu berpangkat letkol dan menjabat Komandan Wehrkreise-- bermusyawarah dengan Sultan Hamengku Buwono IX di Keraton.

 

Lalu diputuskan menggelar serangan umum pada 1 Maret. Serangan berdurasi enam jam itu sukses menguasai hampir seluruh kota dan obyek penting di sekitar Yogyakarta. Keberhasilan itu menumbuhkan keyakinan, bangsa Indonesia mampu berjuang melawan penjajah.

Di forum internasional, Indonesia bisa mendesak Belanda kembali ke meja perundingan. Perundingan Roem-Royen pada 14 April-7 Mei 1949 menghasilkan keputusan Yogyakarta kembali ke pangkuan republik.

 

Kepala Dinas Sejarah AD Brigjen TNI Marsono mengatakan terbitnya buku itu untuk mengambil hikmah nilai filosofi Soeharto. Penulisan buku lebih pada penyajian kronik peristiwa sehingga tersirat pesan moral. Di sana ditulis, Soeharto harus meninggalkan istrinya yang baru dinikahi dua minggu untuk berperang di front Ambarawa.

 

Soeharto tak melihat anak pertamanya selama tiga bulan. "Ia (Soeharto) mempertaruhkan nyawa memimpin gerilya, berperang saat Ibu Tien hamil," ujar Probosutedjo, adik Soeharto, yang datang dan ikut berbicara di acara itu.

 

Seperti disampaikan Letkol Infanteri Eko Ismadi, Kepala Pembina Dokumen Sejarah Dinas Sejarah AD, buku itu mengupas sisi yang jarang disentuh buku-buku biografi Soeharto.

 

"Biografi sebelumnya hanya mengulas Soeharto dari sisi pandangan politik, kehidupan, perilaku, cara meraih sukses dalam membina kehidupan dan bernegara. Tak pernah menyebut bahwa Soeharto juga pejuang, seperti yang ingin disuarakan buku ini. Tapi, perlu diingat, buku ini bukan untuk mengultuskan Soeharto," kata Eko.

 

Sejumlah akademisi dan pelaku sejarah bersuara tentang Soeharto dan keterkaitannya dengan Serangan Umum pada seminar kemarin. Isu utama pada perdebatan siapa pemrakarsa serangan. Tak bisa dimungkiri, nama Soeharto meroket pascaperistiwa itu, hingga akhirnya duduk sebagai presiden kedua RI.

 

Selama ini, ada tiga nama disebut-sebut pemrakarasa Serangan Umum 1 Maret, yakni Menteri Koordinator Keamanan yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono IX, Komandan Wehrkreise III Letkol Soeharto, dan Komandan Divisi III Kolonel Bambang Sugeng. Semua mengamini bahwa mereka bertiga punya peran penting.

 

Namun, menurut guru besar Fakultas Ilmu Budaya UGM, Suhartono W Pranoto, yang menjadi pembicara itu, tetap sukar jika hendak dikerucutkan pada satu nama.

 

Sejarah memang mencakup banyak aspek. Sosok Soeharto bisa dipotret dari sisi lain. Pak Harto, misalnya, di buku itu digambarkan sebagai sosok bapak yang terpukul dan kehilangan energi saat Ibu Tien meninggal. Satu pesan moral, Soeharto setia dan sayang kepada istrinya.

 

Pada akhirnya, buku itu memang tak selesai mengupas Soeharto. Ada sepotong kalimat Soeharto di tahun 1976. "Sekiranya ada hal-hal yang dinilai baik selama saya mengabdi pada ABRI, ya, tirulah. Tetapi, kalau ada yang tidak baik, tidak perlu ditiru." (Lukas Adi Prasetya)

 

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/02/1311205/jenderal.besar.dari.kemusuk

 

 

biografi hms 01.jpg

Kompas
Tuesday, 2 March 2010